-MANADO- Menyikapi Pemungutan Suara Ulang (PSU) Kota Manado yang akan digelar pada 21 Oktober mendatang, Calon Walikota Manado 2010-2015, Louis Nangoy, menegaskan bahwa tidak akan ada koalisi antara pasangan “Kasih & Amanah” ini dengan kandidat manapun. Penegasan ini disampaikan Louis Nangoy di depan wartawan media cetak dan elektronik pada konferensi pers yang digelar di Hotel Peninsula, Senin (18/10).
“Lewat kesempatan ini saya menegaskan bahwa sekarang ini beredar isu/rumor Louis-rizali telah melakukan koalisi dengan pasangan calon tertentu. Kami pasangan Louis Nangoy dan KH. Rizali M. Noor dengan tegas menyatakan tidak pernah terpikir untuk berkoalisi dengan kandidat manapun, dalam PSU mendatang. Jika masyarakat mendengar bahwa kami akan koalisi, maka saya tegaskan itu adalah informasi yang salah dan menyesatkan,” tegas Louis. Dikatakannya, salah satu alasan sehingga dia pasangannya tidak memilih koalisi karena tidak mau mencederai amanah dan kepercayaan yang sudah diberikan rakyat Kota Manado kepada keduanya.
Dalam kesempatan tersebut, Louis juga menyampaikan beberapa hal terkait PSU Kota Manado, antara lain :
-MANADO- Pilkada Kota Manado yang digelar 3 Agustus silam, merupakan perwujudan demokrasi yang senantiasa diharapkan dapat menjadi pintu gerbang untuk mensejahterakan rakyat. Kami merasa sangat senang sudah dapat berpartisipasi dalam Pilkada tersebut dengan menjadi kandidat dengan nomor urut 4. Sebagai Calon Walikota dan Wakil Walikota Manado, kami sudah berusaha semaksimal mungkin untuk memperkenalkan diri lewat visi, misi dan segala program. Semua itu dimaksudkan agar usaha untuk membangun kota Manado yang menjadi dambaan dan cita-cita bersama seluruh rakyat, akan dapat terwujud.
Kami melihat, bahwa hidup berbangsa dan bernegara dalam konteks ini haruslah dipandang sebagai upaya untuk mensejahterakan dan memberikan kedamaian bagi rakyat. Nafsu berkuasa tidak boleh dijadikan panglima, sebab hal itu hanya akan menjerumuskan dan menelantarkan kepentingan rakyat. Olehnya, kami tidak pernah memilih cara-cara yang tidak bermartabat, bahkan terkesan kami melawan arus yang saat ini menjadi tren dalam Pilkada, yakni melakukan kecurangan dan money politic.
Kekuasaan bukanlah segala-galanya yang harus direbut dengan menghalalkan segala cara. Kami berusaha tampil menjadi kandidat Calon Walikota dan Wakil Walikota Manado yang benar-benar mengemban amanah untuk kepentingan rakyat, dalam artian memberikan pendidikan politik yang baik kepada masyarakat bahwa kecurangan dan money politic adalah pintu masuk dari korupsi itu sendiri. Siapapun orang yang diberi kesempatan untuk mendapatkan jabatan dan kekuasaaan, sudah selayaknya menjadi orang-orang yang benar, bukan malah menjadi bagian dari permasalahan yang pada akhirnya rakyatlah yang akan menanggung seluruh akibatnya. Soal apakah rakyat akan memilih kami atau tidak, hal itu kami kembalikan kepada hati nurani rakyat. Yang jelas kami sudah sangat senang, bisa berpartisipasi dalam pesta demokrasi dengan menawarkan program-program alternatif.
Kami menyerukan kepada seluruh Calon Walikota dan Wakil Walikota Manado agar dengan jujur menyadari bahwa rakyat bukanlah obyek, melainkan sebagai pemilik kedaulatan yang sah dari kekuasaaan itu sendiri, karena pemimpin yang benar adalah mereka yang tidak serakah atau hanya sekedar ingin dihormati. Kami sudah berkomitmen, bahwa apabila rakyat memberikan kepercayaan kepada Louis Nangoy dan KH. Rizali M. Noor untuk menjadi Walikota dan Wakil Walikota Manado, maka tidak akan mengambil sepeserpun uang rakyat, seluruhnya akan digunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Bahwa untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat, kami akan melakukan terobosan dan membuat program-program yang berpihak kepada rakyat, dengan perhitungan yang matang dan keputusan yang berani, yakni berani berkorban untuk rakyat kota Manado. Kami siap untuk menghadapi segala tantangan dalam mewujudkan kesejahteraan rakyat, dan menjamin ketentraman serta keamanan dan kedamaian. Keberanian untuk membuat keputusan, adalah kunci utama (master key) untuk menggapai keberhasilan.
Pada Pilkada Kota Manado 3 Agustus silam, berdasarkan putusan Mahkamah Konstitusi, kita sudah melihat dengan jelas di depan mata kita, bahwa adanya pelanggaran yang terbukti dilakukan secara terstruktur, sistematis dan masif. Uang miliaran rupiah yang seharusnya bisa dipakai untuk membiayai program mensejahterakan rakyat, malah dipakai untuk Pemungutan Suara Ulang (PSU), hal tersebut sebenarnya tidak perlu terjadi, jika tidak ada pelanggaran pada Pilkada 3 Agustus yang lalu. Tuhan sudah memberikan kita kesempatan kedua untuk memperbaiki diri, maka jika rakyat kota Manado tidak mempergunakan kesempatan ini dengan sebaik mungkin, maka belum tentu akan ada kesempatan yang ketiga, untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan ini.
Kami berharap agar Pemungutan Suara Ulang (PSU) yang akan digelar pada 21 Oktober mendatang dapat berjalan dengan jujur dan adil, bebas dari kecurangan dan money politic sehingga kedaulatan berada di tangan rakyat. Olehnya, kami berharap bahwa seluruh stakeholder baik itu pemerintah, KPUD, Partai Politik, seluruh kandidat dan rakyat kota Manado bersama-sama menciptakan Pilkada yang betul-betul jujur dan adil agar dapat menghilangkan citra buruk kegagalan Pilkada 3 Agustus silam.
Kami yakin, hanya dengan Pilkada yang berkualitas yang dapat melahirkan pemipi yang berkualitas pula. Karenanya, saya mengajak kepada anda yang membaca tulisan ini, yang mendengar seruan ini dan yang melihat pesan ini, marilah bergabung bersama “Gerakan Moral Rakyat Berjuang Untuk Perubahan, Rakyat Manado Tolak Kecurangan dan Money Politic”, dengan cara menggunakan hal pilih kita sesuai dengan hati nurani dan akal pikiran yang jernih, agar cita-cita mewujudkan kota Manado yang sejahtera, berkeadilan dan bermartabat dapat tercapai dengan sebaik-baiknya. Torang Perlu. (fer)
-MANADO- Mahkamah Konstitusi menetapkan Pemilihan Suara Ulang (PSU) di seluruh TPS se kota Manado, karena dalam Pilkada yang digelar 3 Agustus silam, terbukti adanya kecurangan yang dilakukan secara massif dan terstruktur. Seiring dengan putusan tersebut, KPU Manado menetapkan tanggal 21 Oktober sebagai hari pemilihan ulang. Olehnya, Tim Kampanye Louis-Rizali senantiasa merapatkan barisan menghadapi PSU kali ini. Hal itu dikemukakan Louis Nangoy kepada redaksi Tabloid Torang perlu via sambungan telepon internasional, di sela-sela kunjungannya di Las Vegas, Amerika Serikat (28/9). “Kita hormati putusan tersebut, itu adalah bukti nyata bahwa memang ada kecurangan dalam Pilkada lalu. Sudah cukup itu menjadi pelajaran, jangan lagi kita mengulangi kesalahan yang sama,” ujar Louis.
Ditambahkannya, pembangunan dan pensejahteraan masyarakat dapat dilakukan bilamana demokrasi yang substantif dapat dijalankan. Untuk menerapkan demokrasi yang seperti itu, dibutuhkan instrumen yang benar, salah satunya adalah pilkada yang jujur dan adil. Jujur dan adil yang dimaksud menurut Louis tidak hanya dilakukan oleh penyelenggara pilkada yakni KPU, melainkan juga harus diterapkan oleh kandidat yang maju dalam pesta demokrasi tersebut.
“Lewat kesempatan ini saya mengajak kepada seluruh kandidat calon Walikota Manado, marilah kita berpikir jernih agar sama-sama menyadari bahwa pilkada adalah pintu masuk untuk mensejahterakan rakyat. Jangan manipulasi amanah yang diberikan dengan kecurangan, dan ajarilah rakyat dengan pendidikan politik yang benar tanpa money politic,” ungkap louis.
Louis juga berpesan agar Tim Pemenangan Louis-Rizali tetap mengedepankan cara-cara yang benar untuk merebut hati pemilih, dan tidak mendatangi dan memberikan uang kepada rakyat hanya demi kekuasaan, karena money politic merusak karakter masyarakat yang pada akhirnya akan merusak karakter bangsa. “Kita punya tanggung jawab terhadap pendidikan politik untuk rakyat, karena kita dipilih Tuhan untuk melakukan itu, maka jangan sia-siakan kesempatan itu,” pungkas Louis. (fer)
MANADO- Mahkamah Konstitusi memerintahkan kepada Komisi Pemilihan Umum Kota Manado untuk melakukan pemungutan suara ulang Pemilihan Umum Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Kota Manado di seluruh TPS se-Kota Manado. Hal tersebut tertuang dalam Putusan hasil sidang Mahkamah Konstitusi Nomor 144/PHPU.D-VIII/2010, yang digelar Jum’at (3/10). Sidang Putusan tersebut dipimpin langsung oleh Mahfud MD, Ketua Mahkamah Konstitusi dan didampingi oleh delapan hakim konstitusi lainnya.
Pemungutan suara ulang yang dimaksud, harus dilaporkan kepada Mahkamah Konstitusi selambat-lambatnya 60 (enam puluh) hari setelah putusan tersebut dibacakan. Menanggapi putusan tersebut, Louis Nangoy, SH Calon Walikota Manado merasa bahwa hal tersebut merupakan sesuatu yang wajar dan sudah bisa diprediksi dari jauh hari sebelumnya.
“Pilkada Manado sarat dengan pelanggaran, mulai dari persiapan, pelaksanaan sampai perhitungan suara. Saya pikir so cukup ini jadi pelajaran bagi torang bahwa money politic dan cara-cara yang curang seperti memobilisasi PNS itu nda betul, ajak rakyat dengan jujur dan benar bukan dengan cara-cara seperti itu,” ungkap Louis.
Namun, menurut Louis sangat disayangkan bahwa persoalan money politic belum tersentuh oleh Mahkamah Konstitusi. Padahal, hal tersebut sama berbahayanya atau bahkan bisa lebih dari kecurangan memobilisasi PNS dan kecurangan lainnya. “Money politic bisa lebih berbahaya dampaknya terhadap rakyat, karena hal itu adalah pembodohan yang amat sangat jahat. Rakyat Manado harus sadar, bahwa Tuhan memberikan kesempatan yang kedua kali kepada rakyat Manado untuk memperbaiki ini semua, kalau kesempatan ini tidak dimanfaatkan dengan baik maka jangan berharap ada perubahan,” tegas Louis.
Ketika ditanya soal persiapannya menghadapi pilkada ulang, Louis menegaskan bahwa Tim Kampanye yang ada tentunya sudah siap dan akan berjuang dengan segenap kekuatan, karena taruhannya adalah rakyat yang menjadi jaminan. “Kami dari awal tidak pernah melakukan money politic bahkan tidak ada kecuranga, begitu menurut laporan Panwas yang kami lihat di salah satu portal media online berbasis di Manado. Olehnya, saya menyerukan kepada warga Manado tolak money politic karena itu semua bekeng susah kitorang,” pungkas Louis. (fer)
“Untuk Membersihkan Lantai yang Kotor Diperlukan Sapu yang Bersih”
I. PENDAHULUAN
Kota Manado sebagai ibukota propinsi Sulawesi Utara memiliki potensi yang sangat strategis, karena memiliki peluang untuk menjadi pintu gerbang Kawasan Timur Indonesia ke Kawasan Asia Pasifik yang meliputi Jepang, China, Hongkong, Korea dan Taiwan. Potensi ini ditunjang oleh beberapa faktor utama, yaitu pertama secara geografi Manado terletak di ujung utara Indonesia sehingga dekat dengan Kawasan Asia Pasifik dan yang kedua Manado saat ini melalui pelabuhan Bitung cenderung menjadi pusat konsolidasi barang-barang dari daerah-daerah hinterland kawasan Indonesia Timur yang kaya akan hasil laut, hasil tambang, hasil hutan dan hasil pertanian.
Untuk mengembangkan Manado, selalu tidak terlepas dari Bitung dan mengembangkan Bitung tidak terlepas dari Manado, oleh sebab itu dalam konteks wawasan ekonomi nasional, maka Manado-Bitung akan ditetapkan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (Special Economic Zone) atau KEK, yang berdasarkan pengalaman di China yang mengembangkan 5 Kawasan Ekonomi Khusus, ekonomi China telah berkembang secara spektakular. Namun semua ini harus diupayakan secara sungguh-sungguh dengan kerja keras untuk mencapai hasil optimal seperti yang didambakan.
Kota Manado mempunyai luas daerah sebesar 157,26 km2 dengan jumlah penduduk sebesar 438,000 jiwa berdasarkan data tahun 2008. Secara administratif kota Manado terbagi kedalam sembilan wilayah kecamatan dan delapan puluh tujuh kelurahan/desa. Infrastruktur yang dimiiliki oleh kota Manado relatif sudah cukup memadai seperti listrik, telekomunikasi dan air bersih. Manado saat ini memiliki bandara internasional Sam Ratulangi, sedangkan pelabuhan laut di back-up oleh pelabuhan laut internasional Bitung.
Adapun kinerja ekonomi kota Manado sebagai berikut :
Sedangkan struktur ekonomi kota Manado, dibatasi pada 3 sektor utama, yaitu:
Pendapatan Perkapita memiliki data :
Berdasarkan harga konstan:
Sedangkan pendapatan daerah tahun 2008 :
Pendapatan Asli Daerah terdiri dari:
Meskipun beberapa aspek seperti tersebut diatas sudah memadai, namun ternyata masih banyak juga masalah-masalah atau hal-hal lainnya yang dihadapi oleh kota Manado, seperti korupsi yang hampir terjadi di semua tingkatan, pengangguran dan kemiskinan yang masih ditemui dimana-mana serta gangguan keamanan seperti narkoba, gangguan kamtibmas, angka kriminalitas, namun untuk mengatasi semua ini diperlukan seorang pemimpin yang berani, tegas dan jujur serta bersih. Sebab untuk membersihkan lantai yang kotor diperlukan sapu yang bersih.
II. PROGRAM KERJA SERATUS HARI
Untuk mengetahui wawasan dan gagasan dalam mengelola pemerintah kota Manado kalau kami berhasil menjadi Walikota dan Wakil Walikota Manado.
Visi dan Misi
Penyusunan visi dan misi diperlukan untuk menjadi pedoman serta fondasi dan acuan dalam rangka menyusun program-program yang akan dilakukan. Penyusunan visi dan misi diperlukan bukan saja untuk program jangka pendek, tetapi juga berfungsi untuk program lima tahunan. Visi berisi cita- cita yang ingin dicapai, sedangkan misi adalah berisi pokok-pokok kegiatan untuk mencapai visi tersebut.
Visi : Menjadikan Manado sebagai Kota 5 dimensi, yaitu sebagai:
Sehingga Manado siap menjadi basis sebagai pintu gerbang dari kawasan Timur Indonesia ke kawasan Asia Pasifik pada tahun 2015.
Misi : Mengembangakan sektor-sektor unggulan
Pengenalan Wilayah
Untuk menjadi seorang pemimpin pemerintahan perlu mengenal wilayahnya secara mendetail dan komprehensif sehingga tujuan pemerintahan dapat lebih fokus dan ke arah yang benar.
Untuk mengenal wilayahnya, maka kita perlu turun ke lapangan untuk menemui kelompok-kelompok masyarakat yang berada di kecamatan-kecamatan, kelompok masyarakat yang ada di pasar-pasar tradisional, di tempat ibadah serta kelompok masyarakat lainnya untuk melakukan komunikasi secara langsung
Pengenalan wilayah juga diperlukan untuk memperoleh aspirasi dari masyarakat berupa masalah-masalah yang dihadapi , sehingga prinsip bottom up dapat terwujud bukan semata-mata program yang disusun dibelakang meja. Memang perlu ada keserasian antara bottom up planning yang mewakili aspirasi masyarakat dan top down planning yang mewakili kebijakan yang telah ditetapkan oleh pemerintah kota dan DPRD. Pelaksanaan pengenalan wilayah ini bisa dilakukan secara sistematis, sehingga masalah-masalah atau hal-hal yang diperoleh benar-benar mewakili seluruh aspirasi masyarakat.
Evaluasi program
Melakukan evaluasi program sangat penting untuk mengetahui apakah program tersebut sudah efektif dan efisien atau belum, sehingga perlu disempurnakan.
Salah satu metode yang paling baik dan cepat untuk mengetahui program-program tersebut adalah melakukan metode presentasi yang diikuti oleh seluruh unit ogranisasi birokrasi yang ada. Tiap-tiap unit organisasi atau bagian-bagian dan dinas-dinas yang ada akan menyusun bahan presentasi yang berisi sbb:
Tupoksi atau tugas pokok dan fungsi dari masing-masing unit organisasi meliputi :
Bahan presentasi ini akan dilakukan dihadapan Walikota dan tenaga ahli berdasarkan jadwal yang telah disusun untuk masing-masing unit.
Melalui presentasi ini akan diperoleh manfaat ganda, yaitu:
Akan diketahui dengan cepat program-program secara menyeluru dan selaku pemimpin, kami dapat segera menilai kemampuan dan kompetensi masing-masing staf dalam melaksanakan tugasnya.
Untuk melakukan evaluasi terhadap program-program ini akan dilakukan oleh suatu tim ahli, sehingga bagi program-program yang sudah baik akan diteruskan dan bagi program-program yang belum baik akan disempurnakan lagi.
Untuk melaksanakan program-program ini agar berdaya guna dan berhasil guna diperlukan tenaga staf yang professional yang memiliki kompetensi dibidang tehnis dan managerial, untuk itu dapat dilakukan seleksi dengan menggunakan metode fit and proper test.
Pemantapan Program Prioritas
Untuk melaksanakan program di berbagai bidang mengingat adanya keterbatasan dana dan daya serta waktu, maka perlu dilakukan skala prioritas. Adapun program-program prioritas merupakan program pro rakyat terdiri dari:
Korupsi adalah suatu perbuatan tercela karena di satu pihak masyarakat dipaksa membayar pajak secara optimal, tapi di pihak lain orang begitu mudah menggunakan uang rakyat ini secara sembrono.
Korupsi saat ini sudah begitu menggurita dan hampir terjadi di semua tingkatan. Untuk itu perlu dilakukan upaya secara sungguh-sungguh untuk memberantas korups, perlu ada langkah-langkah yang konkrit yang mendasar serta komprehensif untuk mengatasi hal ini.
Salah satu yang penting dalam upaya mengurangi perbuatan korupsi adalah melalui penerapan prinsip “Reward and Punishment” bagi yang bersalah perlu dihukum sedangkan yang berprestasi diberi penghargaan, selam ini hal yang dilakukan adalah “Like and Dislike” yang merugikan dalam konteks sistem pembinaan PNS.
Dalam konteks program kerja seratus hari, maka akan dilakukan:
Juga bagi semua unit yang berfungsi sebagai unit pelayanan public terutama yang berada di Pemda dan Dinas-dinas, sampai di kecamatan dan kelurahan perlu di tertibkan dan difungsikan dengan baik
2. Program Mengatasi Pengangguran dan Kemiskinan
Pengangguran dan kemiskinan merupakan masalah yang pelik dan sulit diatasi. Pencari kerja dibandingkan dengan peluang kerja dan lapangan usaha yang tersedia tidak seimbang bahkan sangat timpang.
Upaya yang perlu dilakukan adalah sebagai berikut:
3. Program Pengembangan Pendidikan dan Sumber Daya Manusia
Salah satu masalah dalam pendidikan formal yaitu sekolah dan perguruan tinggi belum sepenuhnya mampu menyiapkan tenaga kerja siap pakai, sehingga para pengguna tenaga kerja perlu waktu dan learning cost disamping itu sekolah-sekolah kejuruan masih terbatas jumlahnya karena biaya pendirian sekolah kejuruan sangat mahal. Sedangkan masalah yang dihadapi dalam pendidikan non formal adalah terbatasnya kursus-kursus keahlian yang diperlukan. Pemerintah perlu melakukan pensertifikasian kursus-kursus sehingga bagi pengguna tenaga kerja seperti bengkel-bengkel mobil, elektronik, tukang batu, tukang bangunan, perusahaan garment dan lain-lain mudah mendapatkan tenaga kerja keahlian.
Dalam konteks program kerja seratus hari akan dilakukan:
4. Program Peningkatan Kesehatan Masyarakat
Masalah kesehatan masyarakat bukan semata-mata penanggulangan orang sakit, tetapi juga untuk kesehatan masyarakat seperti nutrisi dan gizi yang cukup untuk ibu-ibu yang mengandung dan bayi.
Bagi penanggulangan orang sakit. maka hal yang perlu diperhatikan adalah masalah tenaga medis seperti dokter dan perawat yang memadai serta rumah sakit dan puskesmas yang lengkap peralatan. Masalah yang pelik dalam bidang kesehatan adalah penanggulangan bagi orang sakit yang tidak mampu. Masalah lainnya adalah pengadaan obat-obatan yang cukup dengan harga yang terjangkau.
Dalam konteks program kerja seratus hari akan dilakukan:
5. Program Pengembangan Usaha Kecil dan Menengah (UKM)
UKM mempunyai peranan strategis dalam pengembangan ekonomi rakyat dan mampu menciptakan lapangan kerja dan lapangan usaha yang baru. Perusahaan-perusahaaan yang ada saat ini di kota Manado umumnya berskala kecil dan menengah. Namun UKM ini hampir tersebar di pelosok-pelosok kota dan banyak diantara mereka yang mengganggu lingkungan dan ketertiban kota.
Salah satu upaya untuk mengatasi masalah ini adalah dengan memasukkan mereka dalam satu kawasan. Salah satu konsep yang dapat dikembangkan adalah melalui pendirian Kawasan Industri Kecil atau di India disebut Mini Industrial Estate (MIE). Keberhasilan India dan Thailand dalam mengembangkan UKM adalah melalui pendirian MIE diberbagai kota.
Pendirian Kawasan Industri Kecil ini akan mempermudah pembinaan oleh pemerintah karena mereka dalam satu kawasan, disamping itu penyediaan prasarana dan sarana juga lebih mudah untuk dilakukan oleh pemerintah.
Masalah lain yang dihadapi oleh UKM adalah masalah permodalan yang masih sulit diperoleh. Meskipun pemerintah sudah membuat skema perkreditan dalam bentuk KUR (Kredit Usaha Rakyat) namun tetapi sulit mem.perolehnya.
Dalam konteks Program Kerja Seratus Hari, akan dilakukan :
6. Program Peningkatan Ketertiban dan Kebersihan
Masyarakat di kota Manado mendambakan kota yang bersih, tertib, aman dan nyaman, namun kenyataan hal ini masih jauh dari harapan. Masalah sampah masih menjadi masalah yang belum tuntas, sampah masih terjadi dimana-mana untuk itu perlu ada system penanggulangan sampah yang komprehensif.
Masalah ketertiban juga masih menjadi masalah yang kronis seperti masalah PKL, masalah narkoba, minum minuman keras, masalah pelacuran dan masalah perjudian. Meskipun berbagai upaya sudah dilakukan, namun belum dapat teratasi secara tuntas dan mendasar.
Dalam konteks Program Kerja Seratus Hari akan dilakukan:
7. Program Pengembangan Pariwisata
Pariwisata merupakan sector yang didambakan oleh Pemerintah dan masyarakat kota Manado, karena daerah ini memiliki potensi yang besar di bidang pariwisata seperti wisata laut dan wisata kuliner, Bunaken merupakan taman laut terindah didunia dan saat ini. Bunaken merupakan andalan utama Manado karena sudah dikenal dimana-mana. Disamping Bunaken, ada beberapa pulau di sekitar Bunaken yang saat ini mulai dikembangkan dengan pendirian beberapa resort. Manado juga memiliki wisata kuliner dengan banyaknya restoran-restoran di sepanjang pantai Manado. Restoran-restoran ini menyediakan beberapa menu makanan tradisional hasil laut yang sudah terkenal karena kelezatannya.
Manado saat ini dapat dikatakan merupakan pusat pariwisata Propinsi Sulawesi Utara, karena memiliki berbagai fasilitas seperti hotel dan bandara Sam Ratulangi, sehingga setiap wisatawan yang akan datang ke obyek-obyek wisata di daerah lain di Sulut harus melalui Manado.
Masalah yang dihadapi dalam bidang pariwisata adalah SDM yang masih dirasakan dimulai dari Bandara sampai ke hotel dan obyek-obyek wisata. Layanan imigrasi yang belum memadai, orang-orang masih bergentayangan masuk ke tempat-tempat terlarang, layanan taksi juga msih belum memadai, tarifnya masih relatif tinggi. Pelayanan di hotel dan restoran juga idem ditto, demikian juga masalah tour leader yang berkemampuan relatif masih terbatas.
Hal lain yang perlu diperhatikan dalam meningkatkan daya tarik pariwisata adalah dengan menciptakan kota yang bersih dan tertib serta aman dan nyaman.
Untuk mengatasi masalah-masalah SDM ini adalah perlu mendirikan Sekolah Pariwisata dan beberapa kursus kepariwisataan.
Dalam konteks program kerja seratus hari akan dilakukan:
Demikian program prioritas disusun yang merupakan program relevan yang mendesak perlu segera dilakukan.
III. JADWAL PELAKSANAAN PROGRAM KERJA SERATUS HARI
Untuk melaksanakan program kerja seratus hari ini diperlukan suatu jadwal waktu sebagai pegangan.
Dibawah ini dibuat jadwal waktu sbb:
| Waktu/ Uraian Kegiatan | Bulan I | Bulan II | Bulan III | |
| 1 | Pengenalan Wilayah | XXXXXXXX
|
||
| 2 | Penyusunan bahan evaluasi dan Tupoksi oleh masing-masing unit | XXXXXXXX | ||
| 3 | Presentasi program oleh masing-masing unit | XXXXXXXX | ||
| 4 | Pelaksanaan kegiatan-kegiatan yang sudah diidentifikasi dari program-program prioritas | XXXXXXXXXX |
Keterangan:
IV. PENUTUP
Mengembangkan kota Manado sebaiknya tidak hanya dibatasi dengan hal-hal yang bersifat inward-looking, tetapi juga perlu hal-hal yang bersifat outward-looking, sehingga Manado akan membuka diri masuknya investasi asing untuk menanam modalnya di daerah ini, karena sebagai konsekuensi logis Manado sebagai pintu gerbang dari dan ke dunia internasional. Dengan masuknya modal asing akan meningkatkan multiplier effect, yaitu pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan pada masyarakat.
Demikian program kerja seratus hari ini disusun untuk menjadi pedoman dan tuntunan kita untuk membangun Manado menjadi kota yang maju dan modern.
-MANADO- ”Wujudkan Pemilukada Manado yang jujur dan bersih ; dengan mengawasi seluruh proses penyelenggaraan Pemilu,”. Demikian seruan yang disampaikan Louis Nangoy SH di hadapan 10.000 relawannya saat pembekalan Saksi dan Pendidikan Politik Tim Relawan pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Manado; Louis Nangoy SH dan KH Drs Rizali M Noor.
Perjuangan ini adalah gerakan moral Rakyat berjuang untuk perubahan. Rakyat telah berjuang, rakyat telah bertindak menetapkan pilihan hatinya. Dan akan menggunakan hak pilihnya di TPS. Jangan Sampai Perjuangan ini dinodai oleh pihak-pihak yang ingin berkuasa dengan menggunakan cara-cara kotor. Politik Uang atau Kecurangan Pemilukada adalah musuh kita semua. Politik Uang adalah ajakan Calon pemimpin, untuk melakukan Korupsi secara berjama’ah. Politik Uang dan mencurangi Pemilukada, adalah akar dari Korupsi yang akan berujung pada perampokan hak-hak rakyat.
Sementara itu, menurut informasi yang dihimpun Tim Relawan Louis – Rizali, di beberapa titik simpul basis massa pasangan calon Nomor 4 ini, telah dibangun posko pemantau kecurangan Pemilukada. Selain itu, personal Tim Relawan juga telah dibekali dengan sistem pemantauan yang efektif termasuk mekanisme pembuatan laporan ke Panwaslu.
Divisi Hukum Louis-Rizali juga telah mempesiapkan langkah-langkah hukum, mulai dari proses advokasi hingga memperkarakan di meja hijau, bila terjadi pelanggaran atau kecurangan Pemilukada kali ini
Louis Nangoy juga menghimbau kepada seluruh elemen masyarakat, agar secara partisipatif memantau jalannya pemilukada Manado. Tentu setiap warga yang memiliki hak pilih, berhak untuk mengikuti proses pemilukada yang bersih, agar aspirasinya bisa terwujud. Karena Pemilukada yang bersih, diharapkan bisa menghasilkan pemimpin yang bersih juga. (mal)
-MANADO- Tim Relawan Louis-Rizali mengerahkan 2500 saksi dalam rangka pengamanan suara pada Pilkada Walikota Manado, 3 Agustus 2010 ini. Barisan saksi berlapis tersebut dimaksudkan untuk mengawal perolehan suara pasangan jalur independen ini, dari tingkat TPS hingga pleno KPUD nanti.
Ketua tim relawan Louis-Rizali, Drs. Sudirjo Soga mengatakan pengerahan saksi berlapis ini dimaksudkan untuk mengantisipasi kemungkinan kecurangan yang bisa terjadi terutama terhadap surat suara di semua tingkatan.
“Kami mengerahkan 1000 lebih saksi TPS, 1000 lebih saksi lingkungan, 300 lebih saksi kelurahan dan 50-an saksi Kecamatan, sehingga jumlahnya kurang lebih 2500-an saksi. Mereka sudah dibekali dengan pengetahuan yang cukup untuk menjadi saksi yang handal di lapangan, sehingga mereka bisa mengawasi jalannya proses pemilihan hari ini dengan baik.”
Lebih lanjut Sudirjo Soga menjelaskan bahwa pihaknya saat ini mensinyalir adanya pihak-pihak yang akan memanfaatkan berbagai situasi untuk melakukan kecurangan demi memenangkan Pemilkada 2010. Untuk itu ia menghimbau kepada ribuan saksi untuk memasang mata dan telinga mereka untuk mengawasi situasi di lapangan. Jika menemukan adanya indikasi kecurangan, dapat segera melaporkan kepada Panwas dan koordiantor lapangan atau dapat mengirim sms ke online system yang tersedia di media center Louis Rizali. (bim)
-MANADO- Di saat kandidat lain sibuk membagi-bagikan uang dan sembako di masa tenang, Calon Wakil Walikota KH. Drs. Rizali M. Noor memilih untuk menggelar istighosah (doa bersama), yang bertempat di Pondok Pesantren Karya Pembangunan, (2/8) guna mengucap syukur dan memohon kepada Allah SWT Tuhan YME, agar proses Pilkada dapat berjalan dengan aman dan damai, serta hasilnya akan memberikan manfaat bagi seluruh warga Manado. Kegiatan yang menjadi ciri khas warga Nahdlatul Ulama (NU) ini, merupakan aktivitas rutin yang memang selama ini dilakukan oleh salah satu Pondok Pesantren terbesar di Manado itu.
“Kegiatan ini adalah wujud syukur terhadap Allah SWT, karena selama ini sudah memberikan kita berbagai macam nikmat. Sudah sepantasnya sebagai mahluk, kita bersyukur akan hal itu. Biarlah kandidat yang lain menyibukkan diri membagi-bagikan uang dan sembako, tapi kami memilih untuk meminta perlindungan agar Pikada ini dapat bermanfaat bagi rakyat Manado,” tegas Rizali. Menurut KH. Rizali, bahwa apa yang selama ini disampaikan para calon dalam kampanyenya, haruslah sesuai dengan kenyataan yang ada. Dikatakannya, jangan bicara soal anti korupsi, bersih dan kesejahteraan masyarakat, padahal kenyataanya melakukan kecurangan, membagi-bagikan money politic dan menghalalkan segala cara agar masyarakat memilih mereka.
“Masyarakat harus sadar dan melihat dengan akal sehat. Kita semua butuh uang untuk hidup, tapi bukan berarti cara-cara untuk mendapatkan uang membuat kita menggadaikan kehidupan kota Manado lima tahun ke depan. Masyarakat sudah bisa melihat para calon yang bicara tentang anti korupsi dan kesejahteraan di slogan kampanye mereka, namun mereka bagi-bagi uang, bagi-bagi sembako dan melakukan kecurangan. Kira-kira komitmen seperti apa yang ada pada mereka, belum menjabat saja sudah begitu bagaimana jika mereka memiliki kekuasaan, jangan bohongi rakyat lagi,” sambung Kiai Rizali.
Hal senada juga disampaikan Mohammad Naufal Donggio, salah satu tokoh Muda Muhammadiyah. Bahwa istighosah memiliki arti penting dalam setiap aktivitas yang dilakukan. “Tuhan akan melihat hambanya yang bekerja dan berusaha dengan benar, bukan yang doanya berbeda dengan apa yang dilakukan. Ini sebagai bentuk syukur, bahwa kami sudah berusaha semaksimal mungkin kini saatnya kita menyerahkan keputusannya kepada sang penguasa alam semesta,” tegas Naufal.
Istighosah yang dilakukan terbuka untuk seluruh umat Islam yang ada di Manado. Menurut Naufal, Siapapun dia, apapun fatsun politiknya mereka memiliki kewajiban untuk memastikan bahwa Pilkada ini akan memberikan manfaat bagi rakyat Manado, dengan memilih pemimpin yang memiliki integritas, yakni pemimpin yang omongannya sesuai dengan tindakannya. “Jangan bicara bersih dan anti korupsi, padahal mereka bagi-bagi uang, sembako dan memanipulasi hasil Pilkada,” pungkas Naufal. (fer)
-MANADO- Pemanfaatan Teknologi Informasi menjadi perhatian khusus Calon Walikota Manado 2010-2015, Louis Nangoy, SH, ketika mengunjungi Posko Tim Media Centre Louis-Rizali di Hotel Sahid Kawanua, Minggu (1/8). Salah satu yang menjadi perhatianya adalah teknologi hitung cepat atau quick count yang akan digunakan untuk menghitung hasil coblosan pada Pilkada Manado 3 Agustus mendatang. “Saya memberikan apresiasi kepada Tim Media Centre yang terus melakukan penguatan dan pemanfaatan metode hitung cepat. Saya pikir hal ini perlu dilakukan, agar dapat mengetahui dengan lebih cepat siapa yang akan menjadi pemenang pada 3 Agustus mendatang,” tegas Louis.
Dikatakannya, indikasi kecurangan dan manipulasi yang akan terjadi pada Pilkada sudah sampai ke telinganya. Tim Pemantau yang disebar di 791 TPS di 9 Kecamatan sudah memberikan informasi, bahwa memang ada upaya-upaya kecurangan yang dilakukan. Hal tersebut sangatlah rawan, mengingat hasil penghitungan akan menjadi faktor penting dalam menentukan siapa yang akan menjadi pemenang. “Saya mendapatkan informasi dari Tim Pemantau kami di 791 TPS, bahwa ada indikasi akan terjadinya kecurangan, utamanya pada proses penghitungan. Olehnya, Tim IT kami sudah menyiapkan metode untuk menghitungnya,” sambung Louis.
Pemanfaatan IT yang selama ini disampaikan Louis Nangoy, SH dalam setiap kampanyenya bukanlah isapan jempol semata. Sebelumnya, Louis pernah mengatakan bahwa IT adalah salah satu yang akan menjadi perhatiannya ketika nanti terpilih menjadi Walikota Manado 2010-2015. Janji tersebut tidak saja dibuktikan ketika sudah menjabat, bahkan saat ini di tahapan pencalonan Louis Nangoy, SH sudah melaksanakan janjinya tersebut.
Sementara itu, Yusman Arsyad, Koordinator Tim IT Louis-Rizali mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan perangkat quick count yang akan digunakan untuk menghitung hasil Pilkada Kota Manado pada 3 Agustus mendatang. “Saya dan tim lainnya sudah menyiapkan perangkat ini sejak jauh hari. Bagi kami teknologi ini akan sangat bermanfaat, karena bisa mengetahui dengan lebih cepat hasil Pilkada, serta seluruh pendukung dan warga Manado bisa mendapatkan informasi yang benar,” ungkap Alumni Pondok Pesantren Karya Pembangunan ini. (fer)